Ditulis oleh Erabaru News
![]()
Berbeda dengan ramalan di atas, ramalan berikut ini
adalah didapat dari kisah nyata yang dilihat oleh orang yang hidup
kembali setelah mati di ruang dimensi lain. Tokoh utama dalam kisah ini
bernama Dannion Brinkley dari Amerika, yang ia ceritakan adalah masa
depan manusia yang dilihatnya ketika ia menjelang ajal dan telah ditulis
menjadi sebuah buku, dengan judul "Saved by the Light", dan buku ini
setelah diterbitkan pada tahun 1994, dan lima bulan secara
berturut-turut dikategorikan sebagai buku bestseller oleh New York
Times.
Sejak kecil Dannion terbiasa hidup bebas tak terkendali, memperlakukan orang lain dengan sekehendak hatinya, dengan cara berkelahi dan mempermalukan orang sebagai kesenangannya. Setelah dewasa, ia bekerja di jawatan pemerintah, dan telah memiliki beberapa unit rumah serta beberapa usaha kecil, pemasukan lumayan besar dan lancar. Di usianya yang ke-25 waktu itu, yaitu tanggal 17 September 1975, sebuah hujan badai menerjang kota Icon, South Carolina, ketika itu ia sedang berada di dalam rumah menelepon seorang temannya, tiba-tiba sebuah kilat halilintar mengenainya melalui saluran kabel telepon, dan membuatnya terlempar jauh ke atas dengan keras. Di tengah-tengah penderitaan tiada tara dari sengatan itu, tiba-tiba ia merasa sedang bermandikan kedamaian dan keheningan yang amat sangat, rohnya meninggalkan tubuhnya, melayang di udara. Ia acuh tak acuh memandangi jasadnya yang terempas di atas ranjang, tangannya masih menggenggam gagang telepon yang dilumerkan petir, di atas sepatunya mengeluarkan asap, handai taulan dan dokter sedang bergegas menyelamatkannya, dan semua ini seolah-olah tidak ada sangkut paut sedikit pun dengan dirinya. Selanjutnya, segalanya menjadi lenyap, sebuah terowongan yang berkumandang musik dewa dengan cepat menghampirinya. ![]() Sama seperti yang dilukiskan oleh semua orang yang menjelang ajal, ia juga mulai lagi mengalami perjalanan hidup yang pernah dilaluinya, seluk-beluk terkecil pun dapat dilihatnya dengan tuntas. Namun, ketika ia mengenangkan kembali kehidupan, yang berbeda adalah ia juga merupakan orang yang menerima perilaku dirinya sendiri. Misalnya, ketika masih kanak-kanak ia adalah raja di sekolah, acap kali menyiksa anak lainnya, mencuri sepeda mereka, atau membuat mereka merasa sangat malu. Dan sekarang ketika mengenangkan kembali cuplikan sejarah itu, ia mendapati bahwa ia sendiri hidup di badan pihak lain, ia bisa mengetahui sikap, perasaan serta motifnya sendiri waktu itu, sekaligus merasakan segala hinaan dan derita yang dirasakan pihak lain, semuanya dapat dirasakan olehnya. Dan ia juga mengetahui bahwa tindakannya yang sewenang-wenang telah menimbulkan luka yang mendalam pada kedua orang tuanya. Bahkan Dannion telah melihat di mana semasa perang Vietnam, perannya telah menyebabkan kesedihan dan luka yang sulit dilukiskan dan ditenangkan pada orang lain. Dan ketika pemutaran sejarah selesai, ia terbelenggu dalam penyesalan serta rasa malu bukan main, dan tiada tempat untuk menyembunyikan diri. Yang menayangkan kembali sejarah padanya adalah sesosok makhluk yang berkilauan cahaya perak kebiruan, Dannion tidak dapat melihat secara jelas bentuk mukanya, namun dapat merasakan kebaikan dan kemurahan hatinya yang sulit untuk ia utarakan. Dan ketika penayangan kembali sejarah selesai, makhluk berjiwa ini membawa Dannion terbang ke sebuah kota yang terbuat dari kristal. Gereja besar kota itu adalah sebuah mahakarya yang terbuat dari kristal, memancarkan cahaya silau yang membuat orang hormat dan segan, di depan gereja yang dibangun untuk memuliakan Tuhan itu, Dannion merasakan dirinya sedemikian kecil dan tidak berarti apa-apa. Di sini, Dannion melihat 13 sosok makhluk berjiwa, setiap makhluk berjiwa mewakili suatu ciri khas psikologis dan perasaan yang dimiliki semua orang. Ada makhluk berjiwa yang "murah hati", juga ada yang "setia" dsb. Makhluk-makhluk berjiwa ini memperlihatkan masa manusia yang akan datang pada Dannion, setiap makhluk berjiwa mengevolusi sebuah kotak pada Dannion, di dalam kotak itu adalah peristiwa besar yang akan terjadi kelak dan yang akan menggemparkan dunia. Setiap kotak mempunyai sebuah tirai fluoresensi, persis seperti televisi, yang berbeda adalah, ketika mempertunjukkan masa yang akan datang, Dannion merasakan ia adalah salah satu anggota di antaranya, dan sedang mengalami sendiri sebuah demi sebuah perubahan atau pergantian sejarah yang akan datang yang bagaikan memecah bumi dan menggemparkan langit. Di antara 13 kotak yang dilihat Dannion, secara total ia telah menyaksikan 117 layar sejarah, dan sebanyak 95 buah di antaranya telah terbukti ketika buku tersebut diterbitkan, termasuk spirit Amerika menuju pada keputusasaan, Ronald Reagan menjadi presiden, reaktor nuklir Chernobyl bocor, Uni Soviet tercerai berai, serta perang teluk dsb. Jika ada yang mengatakan bahwa ini tidak lebih dari cerita yang direka-reka, dan hanya menyusun peristiwa yang terjadi kemudian ke dalam bukunya saja, namun kenyataannya peristiwa lainnya yang dicatat dalam bukunya sebagian juga telah terbukti, misalnya dalam buku yang diterbitkan tahun 1994 ini telah melukiskan krisis moneter dan perang di Sarajevo yang terjadi kemudian dan lain sebagainya. Pemandangan yang terevolusi dalam sebuah kotak terakhir lebih mengundang orang untuk berpikir lagi. Ketika sedang mengevolusi masa depan dalam kotak itu, di saat bersamaan Dannion memisah tubuhnya pergi ke 100 tempat di dunia, dari padang pasir sampai hutan. Dan ketika itu sedang terjadi perang dunia ke-3, ia menyaksikan di mana-mana di atas dunia ini dipenuhi dengan perang dan kekacauan. Penyebab perang adalah dikarenakan ketakutan. Bahkan ia menyaksikan sejumlah pemandangan selain daripada perang itu, kebanyakan adalah bencana alam, tanah yang semula subur menjadi padang pasir, dan tanah yang semula ditumbuhi dengan padi-padian serta gandum, kering kerontang dan merekah, berubah menjadi bumi hangus. Dan beberapa tempat lain di dunia hujan lebat bagai ditumpahkan dari langit, lapisan permukaan tanah di bumi dihanyutkan, air sungai berubah menjadi lumpur yang tebal dan hitam. Korban bencana bertebaran di mana-mana, orang-orang membawa gelas dan mangkuk, bahkan menjulurkan dengan tangan kosong mengemis di sepanjang jalan, ada yang sampai tenaga untuk mengemis juga sudah tidak ada lagi, mereka bergelung di atas tanah, dan hanya memohon agar cepat mati. Orang yang mengevolusi masa yang akan datang memberitahu Dannion dengan bentuk reaksi batin, masa depan bukannya tidak dapat berubah sama sekali, pada tahun 1994-1996 adalah 2 tahun kunci penentuan apakah perang akan meletus. Kata-kata yang diucapkan sesosok makhluk berjiwa pada Dannion mengandung arti yang dalam. Ia mengatakan: "Kami memandang setiap orang yang datang ke bumi sebagai seorang petualang yang agung, dengan gagah perkasa kalian pergi ke bumi dan mengembangkan hidup kalian, di dalam petualangan agung ketika Tuhan menciptakan dunia ini menyelesaikan misi kalian". Kini, saat waktu berjalan menuju ke tahun 2001, dan ketika kita mengenangkan kembali kata-kata yang diucapkan makhluk berjiwa itu pada Dannion, secara tiba-tiba seperti ada yang dapat disadari. Apabila melihat sejenak ramalan yang terkenal di dunia, maka akan didapati, bahwa hampir semua ramalan sedang mempertunjukkan kejadian di akhir abad silam, dan kemungkinan di alam semesta akan terjadi peristiwa besar, ketika peristiwa besar tersebut terjadi, semua ramalan yang ada akan disadur kembali. Semua yang dikatakan makhluk berjiwa yang memberikan sejarah perkembangan umat manusia pada Dannion kebetulan memiliki pandangan yang sama dengan ramalan hebat lainnya dalam sejarah. (Sumber: www.renminbao)* |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar